Jika mendengar nama Sukhoi Superjet 100 mungkin yang terbayang adalah pesawat tempur pengganti Sukhoi Su-27 Flanker. Tapi ternyata bukan, Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat jet komersial dengan kapasitas penumpang 75-95 orang. Sukhoi bertindak cerdik dengan menggandeng Boeing sebagai konsultan, dan joint venture dengan Finmeccanica dan Alenia Aeronautica. Dan untuk engine, NPO Saturn perusahaan engine russia menggandeng Snecma untuk membuat Power JEt SaM146. Dengan joint venture ini Sukhoi Superjet 100 diharapkan untuk dapat direlease untuk pangsa pasar dunia, tidak hanya Rusia, Eropa timur dan sekitarnya.
Dengan specs dibawah 100 penumpang, Sukhoi Superjet 100 menghindari head to head dengan Boeing 737-600 dan Airbus 318. Tapi bukan berarti tanpa saingan. Superjet 100 harus menghadapi AVIC I ARJ-21 milik China, Embraer E-170/190 dari Brazil, dan Bombardier ERJ-700/900 keluaran Canada. Sedangkan untuk pangsa pasar Rusia sendiri Superjet 100 harus bersaing dengan Antonov AN 148-70/80. Sayang N2130 tidak bisa ikut meramaikan perebutan pangsa pasar pesawat dibawah 100 penumpang ini.
Yang cukup mengherankan, walaupun Boeing sebagai konsultan design, Superjet 100 menggunakan side stick seperti yang digunakan di pesawat Airbus.
Antonov An-148 AVIC I ARJ-21
Bombardier CRJ-170 Embraer E-700





